Hati-hati Kena Penyakit Kronis, Inilah 5 Tanda Kamu Kelebihan Lemak

Slimming & metabolism booster | Jan 2021

Herbastory.id - Lemak merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi serta peran yang penting. Sebagai cadangan energi yang dibutuhkan bagi tubuh, lemak mampu melarutkan vitamin, sehingga dapat diserap oleh tubuh. Meski bermanfaat, namun lemak memiliki reputasi buruk karena selalu dikaitkan dengan kegemukan atau kelebihan berat badan. Memang pada kenyataannya, kelebihan lemak pada titik tubuh tertentu tidaklah baik bagi kesehatan. Akan tetapi, untuk menentukan kadar lemak tubuh, kamu tidak bisa melihat pada berat badan saja. Sebab, orang dengan berat badan normal juga berisiko mengalami kelebihan lemak tubuh jika tidak menerapkan gaya hidup sehat. Berikut ini adalah beberapa tanda jika kamu memiliki kelebihan lemak tubuh.

 

Memiliki Perut Buncit

Walaupun kamu memiliki berat badan yang ideal namun memiliki perut yang buncit, ini bisa menjadi tanda bahaya. Sebuah studi dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dengan berat badan normal yang memiliki kelebihan lemak di sekitar bagian tengah tubuh memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal dunia lebih awal daripada orang  yang kelebihan berat badan atau obesitas. Lemak di sekitar bagian tengah tubuh lebih buruk daripada lemak di bagian lain. Sebab, di sinilah biasanya kerusakan dimulai dalam hal resistansi insulin dan protein inflamasi. Jenis lemak ini juga tidak muncul sekaligus, jadi mudah untuk diabaikan. Jadi, jika kamu merasa lingkar pinggangmu makin lebar, kamu mungkin perlu mengevaluasi kembali gaya hidupmu.

 

Faktor Genetik yang Beresiko

Selama ini, indeks massa tubuh (BMI) sering digunakan sebagai standar untuk menentukan sehat tidaknya berat badan seseorang. Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa BMI mungkin kurang berguna untuk kelompok etnis tertentu sebagai ukuran kesehatan secara keseluruhan. Misalnya, sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat (AS), dan telah dipublikasikan dalam American Journal of Medicine, menemukan bahwa orang keturunan Asia Selatan lebih cenderung menyimpan lemak berlebih di sekitar organ internal mereka, dibandingkan dengan orang Kaukasia dengan BMI yang sama. Jenis lemak yang mengelilingi organ internal dikenal sebagai lemak viseral, dan telah dikaitkan dengan masalah metabolisme dan penyakit kronis. Genetika sangat terlibat dalam bagaimana tubuh seseorang menyimpan lemak, tetapi kebiasaan dan pola makan juga berperan penting. Yang jelas, makan sehat dan berolahraga itu sangat diperlukan untuk semua orang.

 

Memiliki Riwayat Penyakit Tertentu

Menurut Share Care, memiliki lemak tubuh yang berlebih meningkatkan risiko untuk berbagai kondisi medis, seperti radang sendi, batu empedu, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit hati, osteoartritis, kolesterol tinggi, jantung, osteoporosis, sleep apnea, dan diabetes tipe 2. Selain itu, lemak tubuh yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Karenanya, jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut, kamu juga mungkin secara genetika cenderung mengalami kondisi ini. Untuk menurunkan risiko ini, mempertahankan berat badan ideal, olahraga, dan diet seimbang bisa sangat membantu.

 

Tidak Banyak Aktivitas Fisik atau Olahraga

Apakah dalam keseharianmu kamu termasuk orang yang aktif? Atau kamu biasa berolahraga minimal 30 menit sehari? Jika tidak, maka kamu wajib berhati-hati. Melansir Women's Health, orang cenderung mengalami kelebihan lemak jika jarang berolahraga. Bahkan, walaupun orang tersebut memiliki tubuh yang kurus, ia mungkin juga tetap bisa memiliki lemak tubuh berlebih.

 

Tidak Melakukan Diet Sehat

Tahukah kamu diet yo-yo, atau diet dengan cara melewatkan makan, dan pembersihan ekstrem juga bisa menjadi sindrom lemak-kurus? Ini karena tubuh kehilangan massa otot saat kamu memotong kalori secara drastis. Pada saat yang bersamaan, kamu mengumpulkan lemak tubuh saat lapar dan makan berlebihan. Ini merupakan kombinasi buruk yang merusak kesehatan. Bagaimanapun juga, mengonsumsi terlalu banyak gula dan lemak, serta tidak mencukupi kebutuhan vitamin, serat, dan protein dapat merusak organ dan meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain.

 

Nah, jika kamu memiliki tanda-tanda seperti di atas. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar dokter bisa mendiagnosis dan menawarkan panduan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Selain itu, mulailah jaga pola makan dan hidup sehat.

 

 

 

Sumber:

https://www.idntimes.com/health/fitness/eka-amira/5-tanda-kamu-kelebihan-lemak-tubuh-hati-hati-penyakit-kronis-c1c2/5

Share     

Jadi yang pertama tahu tentang promo dan info menarik dari kami